Langsung ke konten utama

Ekowisata Waduk Tanjungan Mojokerto

Waduk Tanjungan Wisata Waduk Tanjungan berada di wilayah Kecamatan Kemelagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Waduk ini memiliki panorama cukup indah, lantaran di kelilingi bebukitan. Selain menawarkan kesejukan di bawah rindangnya pepohonan, di kelilingi bebukitan kini, Waduk Tanjungan yang mempunyai luas kurang lebih mencapai 40 hektar dengan luas Waduk sebesar 19 hektar dan 21 hektar area hutan, pengunjung bisa menikmati wahana spot foto yang kekinian. Spot foto di sebar dibeberapa titik, di antaranya berada di bibir waduk dan bukit. Selain itu, tempat untuk berfoto juga diberi nama unik, salah satunya dermaga cinta dan MBB Bridge Tak hanya itu, beberapa ornamen seperti bola gantung, bunga, papan tulisan, dan topi caping yang memiliki beragam warna juga diletakan di lokasi selfi. Khusus untuk MBB Bridge, pengunjung dapat berswafoto dengan latar Waduk Tanjungan. Tak pelak, ini membuat pengunjung tampak antusias untuk berself...

DESTINASI WISATA PURBAKALA, CANDI BANGKAL | MOJOKERTO


DOLAN JAWA TIMUR - dari puluhan destinasi situs purbakala berupa candi yang ada di Mojokerto, beberapa diantaranya terpisah dari lokasi pusat purbakala di daerah Trowulan. Salah satunya adalah Candi Bangkal. Meski begitu, candi ini masih termasuk peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Lalu, apa saja yang menarik tentang canid ini? Berikut ulasannya.

1. Lokasi Candi Bangkal

sumber foto: ilove Mojokerto

Situs Candi Bangkal berlokasi di Dusun Bangkal, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Berada di daerah industri Ngoro tidak membuat candi ini tenggelam dengan bangunan-bangunan pabrik. Candi ini tetap berdiri tegak dan utuh di kawasan pedesaan.

Untuk mengakses Candi Bangkal ini sangat mudah, karena lokasinya tidak jauh dari jalan utama Mojokerto – Gempol. Hanya sekitar 15 menit dari pusat kota Mojosari dan juga 15 menit dari Gempol.

2. Sejarah Singkat Candi Bangkal

sumber foto: ilove mojokerto

Sebenarnya tidak terlalu banyak catatan sejarah mengenai Candi Bangkal ini. Tapi yang jelas, Candi Bangkal ini diperkirakan dibangun pada abad ke 13 sampai 14 Masehi pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Candi ini konon katanya dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan juga pemuliaan untuk para leluhur. Bentuk bangunannya pun mengisyaratkan kalau Candi Bangkal ini adalah peninggalan agama Hindu pada masa itu.

3. Detail Bangunan Candi yang Menarik

sumber foto: ilove mojokerto

Bangunan Candi Bangkal terbilang utuh, hanya beberapa bagian memang sudah keropos dan rusak/rontok batu batanya. Konon katanya, dulu pernah ada gempa yang merobohkan rumah penduduk tapi hanya candi ini yang masih berdiri kokoh tanpa retak. Hal yang membuat struktur bangunan Candi Bangkal (khususnya bagian bawahnya) masih berdiri kokoh kemungkin adalah penggunaan pondasi berupa batuan andesit.

sumber foto: ilove mojokerto

Namun, di beberapa bagian badan candi ada batu bata yang sudah rontok dan terlepas. Bagian yang paling parah kerusakannya adalah sisi selatan candi dan tangga di depan candi. Meski begitu, tangga tersebut masih bisa dnaiki, tapi tetap harus berhati-hati agar tidak semakin merusak struktur bangunan yang sudah rapuh.

sumber foto: ilove mojokerto

Untuk atapnya sangat mirip dengan beberapa candi lainnya di kawasan Trowulan. Struktur batu bata merah yang ada di atap candi juga masih membentuk sempurna, kecuali di bagian selatan, ada yang sudah rontok karena termakan usia.

4. Relief Dan Ornamen Candi
Di sekujur tubuh candi tidak ada relief berupa ukiran cerita yang tergambar jelas seperti situs bersejarah lainnya. Hanya ada ornamen dengan bentuk yang sama di sekeliling candi.
sumber foto: ilove mojokerto

Melihat ke atas bagian pintu, ada 6 buah arca yang terbuat dari batu andesit dan menempel di tiap sisi candi. Satu buah arca Batara Kala besar menempel di atas pintu masuk. Lalu, di kanan dan kiri pintu serta sisi belakang terdapat arca dengan ukuran lebih kecil dari Batara Kala.

5. Ada sisa Bangunan Candi 
sumber foto: ilove mojokerto

Di bagian depan candi terdapat sebuah batu bata merah yang ditata menjadi bentuk persegi. Diperkirakan bangunan ini dulunya berupa altar pembuka dari candi utama. Sedangkan di bagian paling depan ada sisa pondasi bangunan pagar lengkap dengan sisa pintu gerbang yang sudah hancur dan tersisa bagian kakinya saja.

Itulah Candi Bangkal yang mungkin masih belum banyak orang tahu. Meski ukurannya kecil, namun ada banyak hal yang bisa Teman Traveler temukan di sana. Seperti kekokohannya hingga sisa-sisa bangunan yang masih ada hingga saat ini. Jadi, jangan lupa mampir ke sini ketika sedang berlibur di Mojokerto, ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISATA PULAU LUSI WONDERFUL SIDOARJO

Dolan ke Pulau Lusi, Endapan Lumpur yang Kini Menjadi Destinasi DOLAN JAWA TIMUR - Sobat DJT sudah pernah dengar pulau bernama Lusi? Ya, inilah pulau baru hasil endapan semburan lumpur di Kota Delta, Sidoarjo. Meski termasuk pendatang baru di kancah wisata Indonesia, Pulau Lusi telah dinobatkan menjadi destinasi terpopuler kedua di Indonesia pada Anugerah Pesona Indonesia (API) Award November 2019 lalu. Keren, bukan? Pulau Lusi atau yang dikenal warga lokal dengan sebutan Pulau Sarinah merupakan hasil proses sedimentasi dari aliran lumpur, yang menyembur sejak empat belas tahun lalu. Diberikan langsung oleh Menteri Perikanan dan Kelautan saat itu, yakni Susi Pudjiastuti, nama Lusi merupakan akronim dari ‘Lumpur Sidoarjo’. Memiliki luas sekitar 93,4 hektare, Pulau Lusi terletak di tengah-tengah Sungai Porong, perbatasan antara Pasuruan dan Sidoarjo yang berjarak sekitar 25 kilometer dari darat Tlocor, Desa Kedungpandan Jabon. Pulau yang terbentuk dari hasil sedim...

CATAT! INILAH CARA MASUK ALUN-ALUN SURABAYA

DOLAN JAWA TIMUR - Alun-alun Surabaya adalah alun-alun yang terbilang unik karena tempat ini tidak seperti alun-alun pada umumnya di kota lain. Bahkan, selain memiliki sarana outdoor, alun-alun surabaya memiliki ruang bawah tanah atau basement yang berisikan ruang pameran, tempat bermain skateboard, dan tempat makan. Dari luar, Alun-alun Surabaya terlihat seperti bangunan klasik yang cantik yang menyerupai gedung pemerintahan atau museum. Karena unik, tempat ini tentu menjadi sasaran pengunjung dari luar kota. Artikel ini akan membahas cara masuk Alun-alun Surabaya untuk kamu yang belum pernah berkunjung ke sana. Walau alun-alun ini sangat menarik untuk dikunjungi, dilansir dari surabaya.go.id yang merupakan laman resmi Kota Surabaya, alun-alun ini kini memberlakukan pembatasan sebagai upaya pelaksanaan prokes yang baik. Karenanya, dihadirkan sistem kuota dan adanya keharusan untuk memesan tiket secara online bagi pengunjung yang ingin masuk ke basement Alun-alun Surabaya....

Ekowisata Waduk Tanjungan Mojokerto

Waduk Tanjungan Wisata Waduk Tanjungan berada di wilayah Kecamatan Kemelagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Waduk ini memiliki panorama cukup indah, lantaran di kelilingi bebukitan. Selain menawarkan kesejukan di bawah rindangnya pepohonan, di kelilingi bebukitan kini, Waduk Tanjungan yang mempunyai luas kurang lebih mencapai 40 hektar dengan luas Waduk sebesar 19 hektar dan 21 hektar area hutan, pengunjung bisa menikmati wahana spot foto yang kekinian. Spot foto di sebar dibeberapa titik, di antaranya berada di bibir waduk dan bukit. Selain itu, tempat untuk berfoto juga diberi nama unik, salah satunya dermaga cinta dan MBB Bridge Tak hanya itu, beberapa ornamen seperti bola gantung, bunga, papan tulisan, dan topi caping yang memiliki beragam warna juga diletakan di lokasi selfi. Khusus untuk MBB Bridge, pengunjung dapat berswafoto dengan latar Waduk Tanjungan. Tak pelak, ini membuat pengunjung tampak antusias untuk berself...